MANGGARAI, FN – Program Nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Manggarai untuk tahun 2026 sedang berjalan tanpa fasilitas atau pemeriksaan laboratorium standar.
Data yang dihimpun media ini di lapangan menemukan, kegiatan CKG di masyarakat yang dilakukan petugas Puskesmas hanya untuk pemeriksaan dasar dan skrining penyakit menular.
Masyarakat kelompok sasaran yang pernah mendapatkan CKG mengatakan, selain peralatan atau peralatan seadanya, mereka juga tidak mendapatkan obat-obatan berdasarkan keluhan yang disampaikan. “Saya diarahkan lagi Puskesmas untuk mendapatkan obat. Saya pikir, saat pemeriksaan gratis, langsung dapat obat,” kata seorang warga di Kota Ruteng.
Warga tersebut juga mengatakan, saat pemeriksaan gratis tersebut, dia hendak mengecek gula darah. “Kata petugas, tidak ada stik untuk pemeriksaan gula darah,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut Kepala UPTD PKM La’o Kecamatan Labgke Rembong, Mikael Eduard Keluman yang dikonfirmasi Kamis (14/5/2025) siang mengakui hal tersebut.
“Kami melakukan cek kesehatan gratis untuk pemeriksaan dasar dan skrining penyakit menular. Kami memang berharap sekali ada pemeriksaan laboratorium sederhana. Tetapi kondisinya sangat terbatas,” kata Eduardus.
Media ini hendak mengonfirmasikan hal tersebut kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto pada Kamis siang melalui telpon seluler maupun aplikasi WA, namun nomornya tidak aktif.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Anselmus Janggur yang dihubungi Kamis siang menjelaskan, terkait program CKG sudah ada rencana untuk melaksanakannya secara masif.
“Dinas Kesehatan sudah menghimbau kepada para Kepala Puskesmas untuk memanfaatkan semua moment pertemuan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dasar dan skrining penyakit tidak menular,” ungkap Anselmus Janggur via telepon.
Adapun moment pertemuan dengan masyarakat tersebut, jelas Anselmus, seperti doa rosario di bulan Mei, maupun momen kegiatan adat Manggarai lainnya. “Semua momen pertemuan masyarakat akan dimanfaatkan untuk melaksanakan cek kesehatan gratis, termasuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya CKG” tambahnya.
Terkait pembagian obat saat kegiatan CKG, menurut Anselmus, adalah tidak menjadi keharusan. “Cek kesehatan gratis tidak harus disertai dengan pembagian obat. Masyarakat akan diarahkan ke Puskesmas untuk mendapatkan obat dengan fasilitas BPJS. Jika di Puskesmas tidak ada, maka masyarakat diberi resep untuk membelinya di apotik atas resep dokter,” urainya.
Anselmus mengakui, memang untuk pemeriksaan laboratorium sederhana terkendala terbatasnya fasilitas seperti stik untuk pemeriksaan gula darah saat screening diabetes; pengecekan kolesterol total saat screening jantung; asam urat untuk deteksi risiko gout; dan Hb untuk mengecek anemia, terutama buat ibu hamil dan remaja putri.
“Untuk pengadaan stik kebutuhan CKG memang sudah ada dalam DPA Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai pada tahun anggaran 2026 ini. Untuk proses tender, itu kewenangan Pak Kadis untuk menjelaskan,” terang Anselmus. Namun dia tidak mengetahui betul berapa jumlah DPA untuk kegiatan tersebut.
Untuk diketahui, program CKG adalah program unggulan pemerintah pusat atau pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Untuk pelaksanaan di kabupaten Manggarai, mendekati semester pertama tahun 2026, realisasi program CKG per 13 Mei 2026 ini baru mencapai 15,4 % atau sebanyak 26.066 penerima sasaran dari target 163.230 orang.
Berdasarkan penelusuran media ini dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, program CKG meliputi:
Pemeriksaan Dasar:
– Tekanan darah: cek hipertensi/hipertensi
- Berat badan & tinggi badan: hitung IMT untuk deteksi gizi kurang/lebih
- Lingkar perut: screening risiko metabolik
- Suhu tubuh & nadi: pemeriksaan umum
Pemeriksaan Laboratorium Sederhana:
- Gula darah sewaktu: screening diabetes
- Kolesterol total: screening jantung.
- Asam urat: buat deteksi risiko gout.
- Hb: cek anemia, terutama buat ibu hamil dan remaja putri.
Skrining Penyakit Tidak Menular:
- Pemeriksaan mata & telinga: deteksi gangguan penglihatan/pendengaran.
- Skrining TB: tanya gejala + pemeriksaan fisik
- Skrining kanker serviks & payudara*: IVA dan SADANIS buat perempuan 30-50 tahun
- Skrining kesehatan jiwa: kuesioner singkat buat deteksi stres/depresi
Edukasi & Konseling:
- Konseling gizi dan pola makan
- Konseling berhenti merokok
- Penyuluhan cuci tangan & sanitasi.
Penulis: aka
Editor: aka







