Ahok Tunda Berkunjung ke Flores karena Erupsi Anak Krakatau, Bantuan Tetap Disalurkan 

Bantuan dari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk korban gempa bumi Flores. Rencananya Ahok berkunjung ke Flores dari tanggal 8-12 September. Namun karena adanya gangguan penerbangan karena abu vulkanik erupsi gunung Anak Krakatau, jadwal kunjungan ahok ditunda.

RUTENG, FokusNTT.com – Gangguan penerbangan akibat erupsi Anak Gunung Krakatau membuat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok gagal terbang ke Flores, Nusa Tenggara Timur. Meski kunjungannya tertunda, bantuan untuk korban gempa tetap disalurkan.

Ahok sedianya berada di Flores pada 8-12 September 2026 untuk bertemu langsung dengan warga terdampak gempa. Namun, erupsi Anak Krakatau di Selat Sunda melumpuhkan sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta.

Bacaan Lainnya

Padahal, sejumlah agenda penting telah disiapkan. Ahok dijadwalkan mengunjungi titik-titik terdampak gempa, bertemu Uskup dan umat di Keuskupan Labuan Bajo dan Keuskupan Ruteng, serta bersilaturahmi dengan masyarakat adat di Gendang Tenda, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Dalam agendanya, Ahok juga akan berdialog dengan generasi muda Flores, yakni mahasiswa Politeknik Elbajo Commodus Labuan Bajo dan Universitas Santo Paulus Ruteng.

Ketua Kita Gema Nusantara (KGN), Boyke H. Simanjuntak, membenarkan penundaan tersebut.

“Kunjungan Pak Ahok ke Flores terpaksa harus ditunda. Meskipun beliau sangat ingin berjumpa dengan saudara-saudara di Flores, apa boleh buat, situasi ini tidak bisa dipaksa,” ujar Boyke.

Menurut Boyke, penundaan ini bukan pembatalan. Jadwal baru akan disusun setelah penerbangan kembali normal dan pihaknya berharap kunjungan masih bisa terlaksana tahun ini.

“Dikatakan batal sih, tidak. Lebih tepatnya ditunda dan akan dijadwalkan lagi. Beliau sangat rindu berjumpa saudara-saudara di Flores. Pak Ahok itu orangnya tidak mau berhutang, kalau sudah berjanji pasti ditepati,” katanya.

Meski belum bisa hadir, kepedulian Ahok tidak ikut tertunda. KGN memastikan bantuan bagi korban gempa tetap berjalan sesuai rencana.

“Walaupun kehadiran Pak Ahok ditunda, KGN tetap akan menyalurkan bantuan dari Pak Ahok ke beberapa titik yang sudah direncanakan,” tegas Boyke.

Penyaluran bahkan sudah dimulai sejak 7 September 2026 di Labuan Bajo, dan dilanjutkan 8 September di wilayah Lembor dan Ruteng. KGN menggandeng Keuskupan Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng, serta komunitas adat Gendang Tenda untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Untuk sementara, bantuan lebih dulu tiba. Pertemuan akan menyusul,” pungkas Boyke. (*/aka) 

Pos terkait