MANGGARAI, FN- Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, menyampaikan apresiasi atas konsistensi PT PLN (Persero) dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tahun 2025 di sekitar kawasan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5-6 Poco Leok.
Renovasi atap gedung perpustakaan yang rusak membawa kebahagiaan sebagai ruang belajar yang nyaman bagi guru dan siswa di satuan pendidikan Sekolah Dasar Inpres (SDI) Kaca, Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai.
Bupati Manggarai Hery Nabit, menyampaikan apresiasi atas konsistensi PT. PLN dalam proyek sosial di sekitar lokasi PLTP Ulumbu. Kerja ini sebagai simbol kolaborasi antara Pemkab Manggarai dengan pihak PT. PLN
“Pemkab Manggarai menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada PT PLN yang dalam berbagai situasi tetap bersama Pemkab berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat hingga urusan Pendidikan di Manggarai,” ucapnya, Jumat, 17/04/2026.
Bupati Hery Nabit juga mengatakan bahwa, Pemkab Manggarai tentu akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat pembangunan pendidikan di berbagai wilayah di kabupaten Manggarai.
Kepada masyarakat di Desa Wewo, Bupati Hery Nabit menyebutkan pembangunan renovasi gedung perpustakaan ini merupakan bagian dari komitmen PT. PLN terhadap masyarakat di sekitar Kawasan rencana kerja panas bumi Ulumbu.
“Dalam kondisi keterbatasan fiskal Pemkab seperti sekarang, sumbangsih setiap pihak dalam pembangunan pasti akan membawa manfaat. Kerja kolaborasi ini menjadi simbol,” jelasnya.
Sementara Kepala Sekolah Dasar Inpres (SDI) Kaca, Marianus Mansur menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak PT. PLN UIP Nusra memberikan bantuan rehab bangunan ruang perpustakaan sekolah.
“Kami segenap keluarga besar SD Inpres Kaca mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada PLN UIP Nusra atas bantuan pada lembaga sekolah kami,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa, kondisi gedung ini sebelumnya kata Marianus, kayu usuk atap yang sudah lapuk dan atap bocor berdampak langsung terhadap kondisi buku bacaan siswa karena air hujan hingga berpotensi membahayakan siswa dan guru, seperti risiko atap ambruk.
“Sebelumnya kondisi ruangan perpustakaan ini sangat memprihatinkan, kayu-kayunya sudah lapuk hingga atapnya bocor. Apalagi kalau musim hujan,” ujarnya.
Gedung yang direnovasi pada tahun 2025 ini, sekarang terlihat cantik berwarna cerah berkat dukungan PT. PLN agar terciptanya suasana belajar siswa yang nyaman.
Marianus juga menuturkan perubahan tersebut membawa kenyamanan baru bagi para guru serta siswanya saat ini.
“Kami telah memanfaatkan ruangan perpus ini sejak awal tahun 2026. Terima kasih banyak buat jajaran PT. PLN,” tutupnya.






