Dukung Pendidikan Berkelanjutan, Bupati Hery Nabit Hadiri Panen Perdana Green School SMPN 2 Langke Rembong

MANGGARAI, FN – Pemerintah Kabupaten Manggarai terus mendorong pengembangan lingkungan pendidikan yang hijau, sehat, produktif, dan berkarakter. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Green School di SMPN 2 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Komitmen tersebut mendapat dukungan langsung dari Bupati Manggarai, Heribertus G.L. Nabit, yang menghadiri kegiatan Green School sekaligus panen perdana tanaman hortikultura di lingkungan sekolah, Kamis (13/8/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Hery Nabit hadir bersama Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, serta jajaran pemerintah daerah. Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan program pendidikan yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan pembentukan karakter peserta didik.

Panen perdana tersebut menandai hasil nyata dari program penghijauan yang telah dilaksanakan sejak April 2026. Melalui keterlibatan guru dan siswa, lingkungan sekolah dikembangkan menjadi ruang belajar yang tidak hanya nyaman, tetapi juga produktif dan memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik.

Program Green School di SMPN 2 Langke Rembong diarahkan untuk membangun budaya sekolah yang bersih, tertib, sehat, dan peduli lingkungan. Lebih dari sekadar penghijauan, program ini menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta memahami pentingnya menjaga kelestarian alam.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hery Nabit memberikan motivasi kepada para siswa kelas VII, VIII, dan IX agar berani menentukan cita-cita serta mempersiapkan masa depan melalui pendidikan yang baik.

Ia menegaskan bahwa setiap profesi memiliki nilai positif selama dijalani dengan kesungguhan dan tanggung jawab.

“Mau jadi apa pun, semuanya baik. Yang penting belajar dengan baik,” ujar Bupati di hadapan para siswa.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi akademik, tetapi juga harus mampu membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, ketekunan, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

Bupati juga menekankan pentingnya disiplin sebagai fondasi dalam membangun kualitas lembaga pendidikan.

Disiplin, kata dia, bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, melainkan bagian dari pembentukan budaya sekolah yang tertib, berintegritas, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kemajuan.

Pesan tersebut sejalan dengan tujuan Green School yang tidak hanya mengembangkan kemampuan siswa melalui pembelajaran formal, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif melalui aktivitas nyata di lingkungan sekolah.

Usai memberikan arahan, Bupati Hery Nabit bersama Wakil Bupati Fabianus Abu, para guru, dan rombongan mengikuti panen tanaman hortikultura di area perkebunan sekolah.

Kegiatan ini menjadi gambaran bahwa pendidikan lingkungan dapat diterapkan secara langsung melalui kegiatan produktif yang melibatkan peserta didik.

Berbagai tanaman, terutama sayuran dan tanaman bumbu, telah dibudidayakan di lingkungan SMPN 2 Langke Rembong.

Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal proses budidaya tanaman sekaligus belajar tentang ketekunan, kerja sama, dan tanggung jawab dalam merawat lingkungan.

Pemanfaatan lahan sekolah untuk kegiatan hortikultura juga menjadi upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis. Siswa tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan melalui pengalaman langsung.

Dengan pendekatan ini, Green School diharapkan mampu memperkuat hubungan antara proses pembelajaran, pembentukan karakter, dan penerapan kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SMPN 2 Langke Rembong, Paskalis Aron, menjelaskan bahwa Green School merupakan bagian dari program yang dicanangkan oleh kepala daerah.

Pihak sekolah berupaya menjalankan sekaligus mengembangkan program tersebut dengan melibatkan seluruh warga sekolah.

Menurut Paskalis, pelaksanaan Green School mulai dirintis sejak April 2026 melalui rapat kerja bersama para guru. Program tersebut mendapat respons positif sehingga terus dikembangkan hingga saat ini.

Keterlibatan seluruh warga sekolah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan. Dengan dukungan tersebut, penghijauan dan budidaya tanaman diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari budaya sekolah.

Sementara itu, Koordinator Kegiatan, Sofia Koni, menjelaskan bahwa kegiatan pendidikan di sekolah meliputi intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Program hortikultura dalam Green School menjadi bagian dari kegiatan kokurikuler yang memberikan ruang bagi siswa untuk belajar melalui praktik langsung.

Berbagai jenis tanaman telah dibudidayakan di lingkungan sekolah, terutama sayuran dan tanaman bumbu. Ke depan, pihak sekolah berkomitmen mengembangkan jenis tanaman yang lebih beragam agar Green School semakin produktif dan memberikan manfaat lebih luas.

Pengembangan ini diharapkan menjadikan lingkungan sekolah sebagai ruang pembelajaran yang hidup, tempat siswa dapat mengembangkan keterampilan sekaligus membangun kesadaran terhadap pentingnya menjaga alam.

Program Green School di SMPN 2 Langke Rembong menunjukkan bahwa pendidikan berkelanjutan dapat dimulai dari lingkungan sekolah melalui kegiatan sederhana yang dilaksanakan secara konsisten.

Penghijauan dan budidaya hortikultura bukan hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang asri, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian lingkungan kepada peserta didik.

Dukungan Pemerintah Kabupaten Manggarai terhadap program ini diharapkan mendorong pengembangan inovasi pembelajaran yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Melalui program tersebut, sekolah memiliki kesempatan untuk mengembangkan pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter dan kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan.

Panen perdana hortikultura menjadi salah satu hasil nyata dari upaya tersebut. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran produktif yang menghubungkan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter.

Dengan pengembangan yang berkelanjutan, Green School SMPN 2 Langke Rembong diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga disiplin, mandiri, produktif, dan memiliki tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Pos terkait