3 Bulan Kebakaran di TPA Ncolang Belum Teratasi, Warga Ancam Blokir Truk Sampah

Aktivitas para pengumpul sampah di TPA Ncolang pada Rabu (12/8/2026) siang.

RUTENG, FokusNTT.com–  Selama tiga bulan terakhir warga sekitar Tempat Pembuangan Akhir/TPA Ncolang, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, NTT, terpaksa menghirup asap dan bau menyengat akibat tumpukan sampah yang terbakar. Kesal dengan kondisi itu, warga mengancam akan memblokir truk pengangkut sampah masuk ke TPA.

Damianus Gani, warga RT 10/RW 01 Dusun Puar Wase, Desa Poco, Kecamatan Wae Ri’i, menyatakan akan menggalang aksi pemblokiran jika api di TPA Ncolang tidak segera dipadamkan.

Bacaan Lainnya

Ancaman itu ia sampaikan usai bertemu Kepala Desa Poco, Rabu (12/8/2026) pagi. Menurut Damianus, kepala desa merespons keluhannya dengan mendatangi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan/DLHK Kabupaten Manggarai.

“Saya sampaikan ke kepala desa, kalau pemerintah tidak segera turun tangan, mau tidak mau saya minta bantuan organisasi mahasiswa untuk mengadang truk sampah dalam beberapa hari ke depan. Mahasiswa itu kan anak-anak kami juga,” tegas Damianus saat ditemui di rumahnya.

Bagi Damianus, pemadaman api adalah tuntutan mendesak. Ia mengingatkan, saat demonstrasi warga tahun 2014 salah satu tuntutannya adalah menolak TPA Ncolang dijadikan tempat pembuangan sampah dan melarang perluasan lahan.

“Namun kenyataannya lokasi ini tetap jadi tempat pembuangan. Sekarang kami dengar ada rencana perluasan areal, tapi warga tidak pernah disosialisasi,” ungkapnya.

Damianus mengaku warga sudah tiga bulan menderita. Asap masuk rumah, bau menyengat menempel di pakaian dan selimut, serta lalat berkerumun di dalam rumah.

“Kalau malam asapnya parah. Siang hari lalatnya banyak sekali sampai semua pintu ditutup. Pas ada hajatan juga lalat berkerumun. Sangat mengganggu dan menjijikkan,” ujarnya.

Sekitar TPA Ncolang terdapat sekitar 30 kepala keluarga yang terdampak.

Upaya Pemadaman Susah

Pantauan _FokusNTT.com_ di lokasi, Rabu (12/8/2026) siang, sejumlah titik asap masih mengepul dari tumpukan sampah. Kepulan paling tebal berasal dari lereng terjal di sisi timur TPA.

Petugas DLHK Kabupaten Manggarai terlihat berupaya memadamkan api menggunakan mobil tangki air. Namun titik api sulit dijangkau karena berada di lokasi yang curam.

“Hampir setiap hari kami berupaya padamkan dengan air dari mobil tangki, tapi agak susah karena sumber apinya jauh dan berada di lereng terjal,” ujar seorang staf DLHK di lokasi.

Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari Pemkab Manggarai terkait rencana penanganan jangka panjang di TPA Ncolang.

(aka)

Pos terkait