RUTENG, FokusNTT.com – Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Kabupaten Manggarai menyoroti kerusakan saluran irigasi primer Wae Mantar 1 yang jebol sejak awal tahun 2026.
Sorotan tersebut disampaikan dalam Pandangan Umum Fraksi terhadap Pengantar Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Manggarai Tahun Anggaran 2026, dalam sidang paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Manggarai, Senin, 15 September 2026.
Pandangan Fraksi Partai Gerindra Kabupaten Manggarai itu dibacakan oleh Yonatan Yonas Bo’a.
Fraksi Gerindra meminta perhatian serius pemerintah terkait jebolnya saluran primer Wae Mantar 1 yang berlokasi di Topok, Desa Ponggeok, Kecamatan Satar Mese. Saluran tersebut dilaporkan jebol dan hingga kini belum diperbaiki.
Saluran tersebut mengairi areal persawahan seluas kurang lebih 400 hektare yang meliputi Desa Umung, Desa Persiapan Ulu Ngali, persawahan Lingko Satar Desa Wewo, dan Desa Paka.
“Akibat debit air yang berkurang karena saluran yang jebol, hasil panen pada Musim Tanam II turun drastis dan terjadi gagal tanam pada Musim Tanam III,” demikian isi pandangan umum fraksi tersebut.
Fraksi Gerindra memperingatkan, jika tidak segera diatasi, petani di areal persawahan tersebut terancam gagal tanam pada Musim Tanam I tahun 2027.
Fraksi juga mengingatkan bahwa secara kewenangan, Irigasi Wae Mantar menjadi tanggung jawab Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, namun untuk biaya perawatan rutin menjadi tanggung jawab Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai.
Selain soal irigasi, Fraksi Gerindra juga menyoroti postur pendapatan dalam Rancangan Perubahan APBD 2026.
Dalam rancangan tersebut, Pendapatan Daerah dianggarkan bertambah sebesar Rp61.060.494.423, dari target APBD induk sebesar Rp1.145.599.915.810 menjadi Rp1.206.660.410.233.
Namun di sisi lain, sejumlah komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru mengalami penurunan, yakni:
a. Pajak Daerah turun Rp3 miliar atau 8,14 persen, dari Rp36.868.639.396 pada APBD induk menjadi Rp33.868.639.396 pada rancangan perubahan. Fraksi meminta penjelasan terkait penurunan tersebut.
b. Retribusi Daerah turun Rp255 juta atau 2,75 persen, dari Rp9.259.495.068 menjadi Rp9.004.495.068.
c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan turun Rp98.968.978 atau 1,80 persen, dari Rp5.511.802.797 menjadi Rp5.412.833.819.
Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Manggarai diketuai Adrianus Sahadun yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Manggarai, dengan Sekretaris Fraksi Yonatan Yonas Bo’a.
Media ini sebelumnya memberitakan, saluran primer daerah irigasi (DI) Wae Mantar mengalami kerusakan atau jebol sepanjang 20 meter sejak awal tahun 2026 lalu.
Jebolnya saluran tersebut karena ulah sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab. Untuk menjaga air bisa mengalir ke areal persawahan yang menjadi sasaran air tersebut, para petani bekerja secara swadaya, namun tidak maksimal.
Bahkan setiap selesai dikerjakan secara swadaya, sekelompok orang tidak bertanggungjawab melakukan pengrusakan lagi. Untuk menjaga agar tidak terjadi pengrusakan, para petani pengguna air irigasi tersebut secara bergantian jaga di lokasi kerusakan bahkan hingga dini hari pada setiap hari.
Terkini, para perani di sejumlah wilayah yang menggantungkan harapan pada air irigasi tersebut, tidak bisa menanam atau gagal tanam pada musim tanam III tahun 2026. (aka)







