Pemkab Matim Pastikan Bantuan Logistik Gempa Jangkau 12 Kecamatan

Sekretaris Daerah Manggarai Timur, Winsensius Tala (tengah)

MANGGARAI TIMUR, FokusNTT.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim) memastikan distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak gempa bumi telah menjangkau seluruh pelosok di 12 kecamatan.

Kepastian itu disampaikan Sekretaris Daerah Matim, Winsensius Tala, dalam laporan terbaru dari Posko Utama Kabupaten Manggarai Timur, Selasa (1/9/2026).

Bacaan Lainnya

Laporan tersebut disampaikan dalam rapat evaluasi penanganan bencana yang diikuti para camat se-Manggarai Timur secara virtual.

“Dari hasil laporan mereka, hampir semua SPJ sudah rampung dan kami sudah mendapatkan laporan riil dari lapangan bahwa sudah tersentuh semua, setiap pelosok dari 12 kecamatan yang ada,” kata Winsensius.

Menurutnya, hingga update per 1 September 2026, tidak ada satu kampung pun yang belum tersentuh bantuan.

“Belum ada satu kampung pun yang belum tersentuh logistik dari laporan update terkini per tanggal 1 September 2026,” tegasnya.

Ia mengapresiasi peran para camat yang memastikan bantuan tersalur dari kecamatan hingga ke desa dan kampung.

Selain laporan distribusi, para camat juga menyampaikan kendala di lapangan dan langkah konkret untuk pelaksanaan masa tanggap darurat tahap II.

Berdasarkan laporan Posko Utama Rujab Tiga per 1 September 2026, bantuan yang masuk berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Kabupaten Alor, AOC, dan perorangan atas nama Alfons Santing.

Total bantuan yang masuk tercatat 1.262 paket, dengan 854 paket telah didistribusikan ke Kecamatan Borong, RSUD Borong, Lamba Leda Utara, DP2KB3A, Disdukcapil, serta sejumlah desa seperti Satar Padut, Satar Lenda, Banyak Kempo, Golo Lijun, Waling, Nanga Meje, dan Golo Lobos.

Sementara dari Posko Lapangan Ronting, tercatat bantuan masuk dari BNPB sebanyak 589 paket, dengan 1.193 paket telah didistribusikan ke Kecamatan Lamba Leda Utara, Sambi Rampas, empat desa, satu SD dan satu SMP.

Mulai Pendataan Kerusakan

Pemkab Manggarai Timur juga mulai memperkuat pendataan kerusakan akibat gempa. Tim enumerator telah turun ke lima kecamatan awal, yakni Lamba Leda Utara, Sambi Rampas, Lamba Leda, Lamba Leda Timur, dan Congkar.

Tim akan bekerja maksimal selama empat hari sebelum bergeser ke tujuh kecamatan lainnya.

Winsensius menjelaskan, tugas enumerator adalah mendata fakta di lapangan, mendokumentasikan kondisi bangunan melalui foto, dan melakukan asesmen sesuai instrumen yang ditetapkan.

“Enumerator untuk mendata riil di lapangan. Mereka hadir di tempat, lokasi, foto kemudian melakukan asesmen, tidak untuk menentukan apakah dia mendapatkan bantuan atau tidak,” jelasnya.

Data tersebut akan diolah berdasarkan rubrik berisi enam pertanyaan untuk menentukan kategori kerusakan ringan, sedang, atau berat.

Penentuan kategori dan kelayakan penerima bantuan, kata Winsensius, menjadi kewenangan BNPB, bukan pemerintah kabupaten.

“Bukan dari kabupaten, tetapi langsung dari BNPB yang bisa menentukan apakah layak atau tidaknya menerima bantuan,” katanya.

Ia meminta para camat dan pemerintah desa proaktif memfasilitasi tim di lapangan agar seluruh kerusakan terdata akurat.

“Diharapkan kepada bapak camat untuk proaktif membantu, memfasilitasi tim kabupaten yang turun ke lapangan untuk mendata semua kerusakan pascabencana,” pungkasnya. (yunt)

Pos terkait