Wawancara Eksklusif Agustinus Supratman, Ternyata ini Alasan Mundur dari Camat Lamba Leda Utara

Foto saat Agustinus Supratman (kiri) saat masih menjabat Camat Lamba Leda Utara yang meluapkan emosi kepada Inspektur III BNPB, Kombes Pol Deden Nurhidayatullah.

Pengantar: Sudah lebih dari seminggu Agustinus Supratman mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Pengunduran dirinya mengejutkan publik di tengah penanganan korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Kecamatan Lamba Leda Utara.

Sebelumnya, video Agustinus Supratman yang meluapkan emosi kepada Inspektur III BNPB, Kombes Pol Deden Nurhidayatullah, beredar sejak 21 Agustus 2026. Dua hari kemudian, pada 23 Agustus, ia resmi mengundurkan diri.

Bacaan Lainnya

Apa sebenarnya yang terjadi hingga ia rela melepas jabatan kariernya itu? Berikut petikan hasil wawancara wartawan FokusNTT.com.

FokusNTT.com:Apa saja kegiatan Anda setelah mengundurkan diri dari jabatan sebagai Camat Lamba Leda Utara?

Agustinus Supratman: Keputusan itu kemarin menurut saya sederhana, tapi dampaknya besar untuk saya sendiri bersama keluarga. Keputusan ini diambil demi kepentingan yang lebih besar untuk Lamba Leda Utara dan kebaikan bersama. Saya tetap mengabdi untuk Lamba Leda Utara dengan jalur menjadi relawan, karena tidak harus ada dalam birokrasi untuk bisa membantu. Relawan juga saya rasa terhormat sekali. Nanti saya bersama teman-teman sudah membentuk wadah namanya Kompas Laut. Relawan bergerak di bidang air minum bersih untuk distribusi. Kebetulan ada yang bantu kami di Lamba Leda Utara yang sediakan alat penyulingan air minum bersih. Untuk Sambi Rampas dan juga di Kabupaten Manggarai, sebagian di wilayah Reo.

FokusNTT.com:Artinya, dengan mengundurkan diri, Anda akan berbuat lebih baik lagi bagi masyarakat Lamba Leda Utara yang terdampak gempa?

Agustinus Supratman: Iya. Karena berjuang secara birokrat, batasannya ada. Tapi kalau keluar dari itu, sepertinya bisa melampaui batas. Bisa lebih kreatif dan bisa banyak sisi kita bergerak dan beri lebih banyak energi positif, daripada menghadapi sistem birokrasi yang notabene bisa menghambat distribusi logistik.

FokusNTT.com:Bagaimana rasanya melepas jabatan karier sebagai camat?

Agustinus Supratman: Perasaan biasa saja. Karena saya masih tetap mengabdi, tujuan penerima manfaatnya sama. Kalau dulu bekerja secara administrasi, sekarang lebih langsung dan fokus pada satu objek pekerjaan. Dulu kan banyak terima tamu, layani kelurahan, urus pasien, turun ke lapangan. Sekarang fokus pada satu pekerjaan. Saya tidak terlalu menyesal melepas jabatan. Karena lebih berharga mengedepankan kepentingan banyak orang, ketimbang jabatan yang hanya dinikmati oleh satu orang saja, yaitu saya sendiri.

FokusNTT.com:Apakah Anda sadar bahwa yang Anda marahi itu seorang anggota polisi berpangkat Kombes Pol di BNPB?

Agustinus Supratman: Oh, tidak!  Tidak! Kalau hanya berpikir karena seorang Kombes, saya rasa tidak terlalu penting. Apa sih? Tujuannya kalau hanya bertabrakan dengan seorang Kombes lalu saya mundur. Saya berpikir yang lebih besar daripada itu, untuk kepentingan yang lebih besar untuk masyarakat saya. Memang semua menyesal, sampai ada seruan untuk turun aksi ke jalan. Makanya saya buat video pengunduran diri itu biar semuanya bisa paham dengan bijak. Kita bekerja untuk kepentingan umum bukan hanya lewat satu sisi administrasi saja. Buang-buang energi membahas yang tidak penting. Mending fokus pada pemulihan.

FokusNTT.com:Mengapa seorang Agustinus Supratman mengundurkan diri?

Agustinus Supratman: Saya pikir panggilan hati nurani kita ketika melihat sesuatu yang tidak selaras dengan hati nurani. Kita harus menentukan pilihan.

FokusNTT.com:Anda tidak menyatakan bahwa pelayanan birokrasi buruk, kan?

Agustinus Supratman: Tidak. Pelayanan birokrasi itu baik. Hanya mungkin oknumnya saja yang buruk.

FokusNTT.com: Bagaimana tanggapan istri dan anak Anda?

Agustinus Supratman: Keputusan ini saya ambil berdasarkan diskusi keluarga kecil kami dan istri sangat mendukung. Pada dasarnya kami sudah hidup tiarap dari bawah sehingga tidak kaget bila hidup sengsara. Kami berasal dari keluarga yang sengsara. Keluarga besar saya sangat mendukung. Bagi mereka, yang saya putuskan adalah yang terbaik.

FokusNTT.com: Apakah Anda akan juga mundur dari ASN?

Agustinus Supratman: Sebagai ASN tetap, saya tetap mengabdi. Tapi untuk sementara, saya non-job. Memilih jadi relawan sampai selesai pemulihan bencana di Lamba Leda Utara. Saya sudah minta izin dengan Bapak Sekda Manggarai Timur.

FokusNTT.com:Apakah ada karena tekanan?

Agustinus Supratman: Tidak ada yang menekan. Dikondisikan juga tidak. Karena saya melihat kepentingan yang lebih besar ke depan untuk Lamba Leda Utara lebih penting ketimbang mempertahankan jabatan, untuk seorang diri saja.

FokusNTT.com:Apakah pengunduran diri karena penanganan gempa di Manggarai Timur, buruk?

Agustinus Supratman: Sejauh ini sudah berjalan normal. Hari pertama hingga hari ketujuh agak terlambat karena transportasi dan jalur jalan banyak putus. Sangat terbantu dengan berbagai macam relawan dari seluruh penjuru Indonesia. Soal hal-hal teknis, bisa tanya di pihak Satgas Kabupaten, karena mereka yang tahu banyak. Kami di lapangan eksekusinya. Kalau itu yang ada ya kami eksekusi. Yang tidak ada kami cari cara kreatif untuk menyelesaikannya.

FokusNTT.com:Dalam video Anda yang emosional dengan petugas BNPB, apakah benar pihak BNPB pernah menelepon Anda?

Agustinus Supratman: Iya. Itu kesalahan komunikasi, maklum lah. Yang menelepon kan anggota. Metode komunikasinya normatif seperti biasa. Namun kita yang sipil ini tidak terbiasa dengan pola komunikasi seperti itu. Itu yang saya maksud tertekan dalam video itu. Tapi perbedaan pemahaman itu sudah dimediasi kemarin dan semuanya sudah saling memahami.

FokusNTT.com:Artinya benar pihak yang menelepon Anda itu orang BNPB?

Agustinus Supratman: Soal itu mungkin bisa tanya langsung kepada Pak Deden atau teman-teman Satgas di Kabupaten Manggarai Timur. Merekalah yang bisa menjawab. Karena kami di lapangan, siapa yang ada di depan kami ya itu yang kami komunikasi. Bagi kami yang datang ini adalah pintu surga untuk membantu kami. (*) 

Pos terkait