Penggunaan Alsintan di Manggarai Hemat Biaya Panen hingga 60 Persen

MANGGARAI, FN- Pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Kabupaten Manggarai mulai memberikan dampak nyata bagi para petani.

Selain meningkatkan hasil produksi, penggunaan alsintan juga dinilai mampu menekan biaya panen hingga 60 persen dibandingkan metode manual.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai, Ferdy Ampur, saat melakukan monitoring penggunaan alat panen Combine Harvester di Lingko Lanar, Cancar, Senin, 25/05/2026.

Menurut Ferdy, berdasarkan berbagai testimoni petani di wilayah Liko Lanar dan Pomeko, hasil panen mengalami peningkatan setelah proses panen dilakukan menggunakan mesin dibandingkan secara manual.

“Pengalaman beberapa hari ini sudah banyak testimoni bahwa hasil panen meningkat. Selain itu, biaya panen juga jauh lebih hemat dibandingkan cara manual. Penghematannya mencapai kurang lebih 60 persen,” jelas Kadis Ferdy di Lingko Lanar saat monitoring pemanfaatan Alat Panen Combine Harvester, Senin 25/05/2026.

Ia menjelaskan, penggunaan alat panen modern juga mampu meningkatkan produktivitas pertanian hingga 10-15 persen.

Bahkan, hasil panen petani mengalami peningkatan signifikan dibanding sebelumnya.

“Yang dulunya hanya 10 karung, sekarang bisa menjadi 20 karung. Yang sebelumnya 20 karung, sekarang bisa mencapai 20 sampai 25 karung,” jelasnya.

Meski demikian, Ferdy mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam penerapan alsintan di lapangan, terutama terkait kondisi lahan pertanian masyarakat yang relatif sempit dan struktur tanah yang belum sepenuhnya mendukung efektivitas kerja mesin, khususnya di wilayah Persawahan Cancar.

“Kendala yang kita temukan terutama ukuran lahan petani yang kecil sehingga mempersulit kerja alat secara efektif,” katanya.

Namun demikian, antusiasme petani terhadap penggunaan alsintan dinilai sangat tinggi.

Pemerintah Kabupaten Manggarai pun berencana menghadirkan alat panen yang dapat standby di wilayah sentra pertanian saat musim panen berlangsung.

Ferdy menilai modernisasi pertanian menjadi langkah penting untuk mengubah pola pikir masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap sektor pertanian.

“Kita berharap ini menjadi pola baru pertanian kita. Kemajuan seperti ini akan menarik minat anak muda untuk kembali mengelola lahan pertanian,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pertanian juga terus mendorong program petani milenial bagi generasi muda berusia maksimal 35 tahun melalui dukungan pemanfaatan alat dan mesin pertanian.

Menurut Ferdy, sektor pertanian tetap menjadi sektor unggulan dan tulang punggung pembangunan daerah di Kabupaten Manggarai.

“Sektor pertanian merupakan jantung perekonomian masyarakat Manggarai dan memberikan kontribusi besar bagi pembangunan daerah,” tutupnya.

Pos terkait