Pengrusakan Pipa Milik Perumda Tirta Komodo di Desa Paka, Camat Satar Mese: “Pelaku Harus Proses Hukum” 

Jaringan pipa milik Perumda Tirta Komodo yang pecah di Desa Paka, Kecamatan Satar Mese. Kerusakan ini diduga kelalaian petugas pengairan irigasi. Foto: ist.

Ruteng, FokusNTT.com- Sebuah pipa utama jaringan air minum milik perusahaan umum daerah (Perumda) Tirta Komodo Kabupaten Manggarai yang berlokasi di kampung Cepang, desa Paka (yang sekarang menjadi desa persiapan Satar Loleng), kecamatan Satat Mese, dirusak orang yang tidak bertanggungjawab.

Adapun jaringan pipa utama tersebut untuk melayani kebutuhan air minum bersih untuk pelanggan di tiga desa yaitu desa Paka, dusun Pong Kukung desa Wewo dan Desa Iteng.

Bacaan Lainnya

Camat Satar Mese, Mikhael Ojang yang dihubungi Jumat (16/1/2026) berharap, jika ada yang mengetahui siapa pelakunya maka harus segera dilaporkan ke pihak berwajib untuk diproses hukum.

Demikian juga ke depannya, jika ada yang mengetahui warga melakukan pengrusakan fasilitas umum, harus segera dilaporkan ke pihak berwajib untuk diproses hukum.

Ulah orang yang tidak bertanggungjawab tersebut diunggah Mikhael Ojang via akun facebooknya pada Jumat (26/1/2026) pagi.

Dalam foto yang diunggah itu, pipa mengalami kerusakan parah dan nyaris putus. Diduga, pengrusakan oleh orang tidak bertanggungjawab itu dengan menggunakan benda keras.

Foto tersebut diambil pada Jumat (26/1/2026) pukul 10.00 Wita dengan lokasi desa Paka. Akibat ulah orang yang tidak bertanggungjawab tersebut, masyarakat di desa Paka, dusun Pong Kukung desa Wewo dan desa Iteng mengalami krisis air minum bersih selama beberapa hari.

Untuk kebutuhan rumah tangga, tulis Camat Satar Mese itu, warga Iteng harus memanfaatkan air sungai Wae Koe.

“Kami berharap jika ada masyarakat yang kedapatan melakukan pengrusakan fasilitas umum seperti itu, segera lapor kepada pihak yang berwajib,” demikian Camat Satar Mese, Mikhael Ojang.

Kepala IKK Satar Mese Perumda Tirta Komodo Kornelis Gunggu yang dihubungi Jumat sore menjelaskan, berdasarkan informasi masyarakat, pipa utama tersebut pecah pada Rabu (14/1/2026) lalu.

Penyebab pecahnya, jelas Kornelis, karena diduga kelalaian oknum petugas pengairan.

Hal tersebut berdasarkan Informasi yang disampaikan warga di sekitar lokasi pipa tersebut.

“Warga menyampaikan bahwa saat membersihkan rumput di sekitar saluran irigasi, oknum petugas tidak hati-hati sehingga pisau mesin pemotong rumput menyentuh pipa tersebut,” jelas Kornelis.

Namun yang disesalkan Kornelis, oknum tersebut tidak menginformasikan kejadian tersebut dengan petugas IKK Satar Mese untuk segera ditangani.

Kornelis menambahkan, oknum petugas pengairan tersebut menutupi pipa yang pecah tersebut dengan rumput. “Tindakan menutupi pipa dengan rumput bisa fatal karena bisa saja rumput masuk ke dalam pipa,” ungkap Kornelis.

Kornelis menambahkan, pihaknya akan segera memanggil petugas pengairan tersebut untuk dimintai pertanggungjawabannya.

Kornelis berharap, jika terjadi hal-hal seperti ini, ke depannya harus segera dikomunikasikan agar tidak mengganggu pelanggan air minum bersih Perumda Tirta Komodo.

Kornelis mengakui, pipa yang pecah tersebut sudah diganti dan pelayanan bagi pelanggan air minum bersih di beberapa wilayah tersebut sudah kembali normal.

(aka) 

Pos terkait