PLN UIP Nusra Tuntaskan Stringing 21 Span SUTT 150 kV Kupang Peaker–Naibonat

KUPANG, FN- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) kembali mencatatkan kemajuan signifikan dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Nusa Tenggara. Terbaru, PLN UIP Nusra berhasil merampungkan pekerjaan stringing Section 6 pada proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV PLTMG Kupang Peaker/Panaf–Naibonat yang mencakup 21 span, mulai dari Tower 152 hingga Tower 173.

Proyek transmisi sepanjang 49,76 kilometer sirkuit ini juga telah mencapai progres 73 persen pada pekerjaan pembangunan tower (erection) dan menjadi infrastruktur penting dalam memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Nusa Tenggara.

Bacaan Lainnya

SUTT 150 kV PLTMG Kupang Peaker/Panaf–Naibonat terdiri atas 149 titik tower yang terbagi dalam tujuh section dan melintasi wilayah Kota Kupang serta Kabupaten Kupang. Secara bertahap, pekerjaan stringing telah berhasil diselesaikan pada Section 1, Section 3, dan Section 6 sesuai target pembangunan yang telah ditetapkan.

Bersamaan dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut, jajaran manajemen PLN UIP Nusra juga melakukan site visit ke pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV Naibonat (IBT) untuk memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan sesuai jadwal dan memenuhi standar mutu serta keselamatan kerja.

Sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan pekerjaan stringing, PLN UIP Nusra turut menggelar kegiatan santunan kepada anak-anak yatim yang dihadiri masyarakat dan perangkat desa setempat.

Kegiatan sosial tersebut menjadi wujud komitmen perusahaan untuk tidak hanya membangun infrastruktur kelistrikan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah proyek.

Kepala Desa Oesao, Yonathan Manoe, mengapresiasi kepedulian PLN yang berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim di tengah pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PLN atas inisiatif berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim pada hari ini. Semoga kepedulian yang diberikan dapat menjadi berkah bagi kita semua dan seluruh tahapan pembangunan yang sedang dilaksanakan senantiasa diberikan kelancaran serta manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Yonathan.

Sementara itu, Manager Unit Pelaksana Proyek Nusa Tenggara 3, Agung Triwibowo, menjelaskan bahwa pekerjaan stringing merupakan salah satu tahapan paling penting dalam pembangunan jaringan transmisi sebelum memasuki proses pengujian dan pemberian tegangan pertama atau energize.

Menurutnya, proses tersebut meliputi pemasangan dan penarikan konduktor yang menghubungkan setiap tower transmisi sehingga nantinya jaringan dapat berfungsi menyalurkan tenaga listrik secara andal.

“Stringing merupakan proses pemasangan dan penarikan konduktor yang menghubungkan antar tower transmisi. Seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan mengutamakan aspek keselamatan kerja, kualitas konstruksi, dan mitigasi risiko di lapangan. Kami terus memastikan setiap pekerjaan memenuhi standar yang berlaku agar proyek dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” jelas Agung.

Sedangkan General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW Manurung, menegaskan bahwa setiap kemajuan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan merupakan bukti nyata komitmen PLN dalam menghadirkan pasokan listrik yang andal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara.

Ia menyampaikan bahwa SUTT 150 kV PLTMG Kupang Peaker/Panaf–Naibonat merupakan salah satu infrastruktur strategis yang akan memperkuat sistem kelistrikan regional sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.

“Kemajuan pembangunan proyek ini merupakan wujud komitmen PLN dalam menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang tidak hanya andal, tetapi juga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara. SUTT 150 kV PLTMG Kupang Peaker/Panaf–Naibonat menjadi infrastruktur strategis yang akan memperkuat sistem kelistrikan sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional. Kami optimistis proyek ini dapat diselesaikan sesuai target dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kualitas, dan kolaborasi bersama seluruh stakeholder,” ujar Manurung.

Melalui kemajuan pembangunan yang telah dicapai, PLN UIP Nusra optimistis penyelesaian SUTT 150 kV PTLMG Kupang Peaker/Panaf – Naibonat beserta GI 150 kV Naibonat (IBT) dapat terlaksana sesuai target sehingga semakin memperkuat keandalan pasokan listrik dan mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Nusa Tenggara.

Pos terkait