RSUD Ruteng Data Kondisi Rumah Pegawai Pascagempa Flores, Tenaga Kesehatan Diminta Segera Melapor

MANGGARAI, FN– Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), meminta seluruh pegawai di lingkungan rumah sakit tersebut segera melaporkan kondisi rumah tempat tinggal mereka setelah gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Permintaan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil rapat bersama antara Komisi IX DPR RI, Kementerian Kesehatan, Gubernur NTT, serta para kepala daerah yang wilayahnya terdampak bencana gempa bumi Flores.

Bacaan Lainnya

Direktur RSUD Ruteng, dr. Oktavianus Yanuarius Ampur, menyampaikan hal tersebut kepada media ini, pada Minggu, 23/08/2026.

Ia menjelaskan bahwa seluruh pegawai RSUD Ruteng diminta segera mengisi data diri melalui formulir daring atau Google Forms yang telah disediakan.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut koordinasi terkait penanganan dampak gempa bumi Flores yang turut memengaruhi sejumlah wilayah di NTT, termasuk Kabupaten Manggarai.

“Instruksi ini menindaklanjuti hasil rapat bersama antara Komisi IX DPR RI, Kementerian Kesehatan, Gubernur NTT, dan para kepala daerah yang wilayahnya terdampak bencana gempa Flores di Ruteng, Manggarai,” jelas dr. Oktavianus.

Ia menegaskan, seluruh pegawai di lingkungan RSUD Ruteng wajib mengisi data yang diminta. Karena itu, setiap pegawai diharapkan memperhatikan ketentuan pengisian formulir agar informasi yang disampaikan sesuai dengan data masing-masing.

Selain data diri, formulir tersebut juga memuat kolom terkait Surat Tanda Registrasi (STR) bagi pegawai yang memilikinya.

Pegawai yang memiliki STR diminta mencantumkan nomor STR yang masih berlaku. Sementara itu, pegawai yang tidak memiliki STR dipersilakan mengosongkan kolom tersebut.

“Data yang wajib diisi oleh semua pegawai RSUD. Bagi yang memiliki STR, silakan diisi sesuai nomor STR yang masih berlaku, dan yang tidak memiliki STR cukup mengosongkan saja,” ungkapnya.

Gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 menimbulkan dampak di sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur. Situasi pascabencana tersebut mendorong berbagai pihak melakukan pendataan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam penanganan dampak gempa.

Di Kabupaten Manggarai, RSUD Ruteng sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan medis kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pemulihan pascabencana.

Dalam konteks tersebut, pendataan pegawai menjadi salah satu hal yang perlu ditindaklanjuti sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh manajemen rumah sakit.

Seluruh pegawai diharapkan segera mengisi formulir yang telah disediakan dengan memberikan informasi secara benar dan lengkap sesuai kolom yang diminta.

Kepatuhan terhadap instruksi tersebut diharapkan membantu proses penghimpunan data pegawai RSUD Ruteng setelah gempa bumi Flores.

Manajemen RSUD Ruteng meminta seluruh pegawai, termasuk tenaga kesehatan, untuk memperhatikan instruksi tersebut dan segera menyelesaikan pengisian data sesuai ketentuan yang berlaku.

Pos terkait