Bekas Ruang Operasi RSUD Ruteng Kembali Dimanfaatkan, Rumah Sakit Lapangan Mulai Beroperasi
RUTENG, FN- Pascagempa M7,7, RSUD Ruteng terpaksa memindahkan layanan vital ke gedung lama. Hampir seluruh ruangan di gedung baru 3 lantai mengalami kerusakan berat.
Untuk melakukan operasi, bekas ruang oprasi yang selama ini dimanfaatkan sebagai gudang, kembali dimanfaatkan semula dan ruang perawatan serta ruangan ICU.
“Hampir semua ruangan mulai dari ruangan perawatan sampai ruangan penunjang, hampir sebagian besarnya mengalami kerusakan. Yang rusak parah itu ruangan kamar operasi, ruangan farmasi, ruangan ICU dan ruangan laboratorium. Ruangan-ruangan ini sangat krusial dan vital,” kata Humas RSUD Ruteng, Yohana R. D. Mari, Rabu (19/8/2026).
Karena tidak bisa digunakan, kamar operasi lama yang sebelumnya difungsikan sebagai gudang kembali diaktifkan.
“Kemudian kita manfaatkan lagi ruangan operasi yang lama. Kita bersihkan kembali, kita disinfektan kembali sehingga kita gunakan kembali untuk ruang perawatan, ruangan ICU dan ruangan operasi,” jelas Yohana.
Sebagai penanganan darurat, rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal sudah mulai beroperasi.
Pada Rabu (19/8/2026) hari ini, dilakukan tindakan operasi pertama di tenda tersebut.
Di rumah sakit lapangan yang terletak di stadion Golo Dukal, jelas Yohana, terdapat sejumlah fasilitas yang akan dimanfaatkan layaknya seperti rumah sakit umum.
“Saat ini sudah ada 1 unit kamar operasi, 1 ruangan untuk UGD dan observasi, dan dua ruangan perawatan. Satu tenda berkapasitas untuk 20 pasien,” ujarnya.
Untuk obat-obatan, masih menurut Yohana, RSUD mendapat dukungan penuh dari Pusat Crisis Farmakes Kemenkes. Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah obat analgesik karena sebagian besar pasien adalah korban patah tulang.
Dijelaskan, RSUD Ruteng saat ini merawat 28 pasien korban gempa. Yohana mengimbau masyarakat dengan patah tulang agar tetap berobat ke RSUD karena sudah memiliki dokter spesialis ortopedi.
Dari 28 pasien korban gempa tersebut, terdapat ibu hamil 22 minggu yang melahirkan di tenda dengan berat bayi 700 gram. Kondisi ibu dan bayi masih dirawat intensif di tenda depan RSUD.
Bantuan Nakes
Untuk membantu pelayanan, RSUD sudah mendapat dukungan tenaga kesehatan dari luar daerah.
Data per 18 Agustus, bantuan datang dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya, RS WZ Johannes Kupang dan beberapa daerah lain.
“Yang datang adalah dokter ortopedi, anastesi, spesialis anastesi, tenaga ATLM (ahli tekhnologi laboratorium medik) 1 orang, perawat ruangan intensif dan dokter emergency,” kata Yohana. (aka)







