RUTENG, FN- Tenaga kesehatan RSUD Ruteng bekerja dalam kondisi sulit pascagempa M7,7. Suhu dingin ekstrim di Ruteng ditambah keterbatasan fasilitas membuat sejumlah nakes ikut jatuh sakit.
“Kita merasa cukup mengalami kesulitan pascagempa. Karena dengan melakukan perawatan di tenda dengan suhu kota Ruteng yang dinginnya sangat ekstrim, merupakan tantangan yang tersendiri bagi tenaga medis di RSUD Ruteng,” kata Humas RSUD Ruteng, Yohana R. D. Mari.
Bahkan beberapa dokter dan perawat terpaksa dirawat sambil tetap bertugas.
“Ada beberapa tenaga medis baik dokter maupun perawat, pada akhirnya menjadi pasien. Mereka hanya diinfus lalu tetap bekerja karena takut kekurangan tenaga untuk merawat pasien. Mereka diobati di ruangan UGD sambil bekerja, ada sebagian disuruh istirahat,” ujarnya.
Untuk membantu pelayanan, RSUD sudah mendapat dukungan tenaga kesehatan dari luar daerah. Data per 18 Agustus, bantuan datang dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya, RS WZ Johannes Kupang dan beberapa daerah lain.
“Yang datang adalah dokter ortopedi, anastesi, spesialis anastesi, tenaga ATLM 1 orang, perawat ruangan intensif dan dokter emergency,” kata Yohana. (aka)







