Komisi IX DPR Desak Kemenkes Beri Insentif dan Vitamin untuk Nakes Pascagempa Flores

Komisi IX DPR RI saat rapat bersama Kemenkes RI, Gubernur NTT, Bupati Manggarai di tenda darurat Posko Bencana gempa bumi Flores kantor BPBD kabupaten Manggarai, Jumat (21/8).

MANGGARAI, FN- Komisi IX DPR RI mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera memberikan insentif dan vitamin bagi tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas menangani korban gempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Desakan disampaikan dalam rapat di Posko Bencana Kabupaten Manggarai, Jumat (21/8/2026). Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris dan dihadiri anggota Komisi IX, Gubernur NTT Melky Laka Lena, Dirjen Kesehatan Lanjutan dr. Azhar Jaya, Dirjen SDM Kesehatan dr. Yuli Farianti, Bupati Manggarai Herybertus Nabit, serta kepala daerah terdampak.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago meminta BPOM dan Kemenkes memperhatikan seluruh Nakes yang melayani korban gempa.

“Saya minta untuk BPOM dan Kemenkes agar memperhatikan para tenaga kesehatan karena telah berjuang sangat keras hari ini. Itu perlu mendapat perhatian bukan hanya sekedar insentif tetapi vitamin. Jangan sampai mereka ambruk, mereka ngurus orang sakit malah justru mereka sakit,” tegas Irma.

Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris juga mendesak Kemenkes memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan dan perlindungan Nakes. Termasuk pemenuhan fasilitas, tenaga psikolog, dan dukungan operasional.

Charles memastikan Nakes di wilayah bencana harus mendapat perhatian khusus, baik pemulihan fasilitas pribadi maupun insentif. Ia juga mengingatkan pentingnya jaminan kelayakan kerja bagi Nakes yang rumahnya terdampak.

Para Nakes yang yang menangani korban gempa, ungkap Charles, termasuk yang datang dari luar daerah. Menurut dia, Kemenkes perlu memberikan sertifikat bagi para Nakes yang telah menangani pasien psacagempa.

Kemenkes Data Rumah Nakes dan Siapkan Insentif

Menanggapi desakan itu, Dirjen SDM Kesehatan dr. Yuli Farianti meminta Dinas Kesehatan di Flores segera mendata rumah Nakes yang terdampak.

“Ada beberapa tenaga kesehatan di NTT yang terdampak gempa, rumahnya yang hancur, mulai dari rusak ringan, sedang dan rusak berat,” jelas Yuli.

Kemenkes akan memberikan bantuan renovasi rumah dan dana insentif bagi seluruh Nakes. “Kami nanti akan melakukan pemetaan terhadap rumah-rumah para Nakes yang terdampak gempa termasuk dana insentif,” kata Yuli.

237 Nakes Dikerahkan, 6 RS Terdampak

Dirjen Kesehatan Lanjutan dr. Azhar Jaya mengatakan saat ini 237 tenaga kesehatan telah dikerahkan ke rumah sakit dan puskesmas di wilayah terdampak.

Namun masih ada 2 desa yang belum terjangkau pelayanan kesehatan pascagempa, yakni Desa Nampar dan Desa Golo.

Dari 6 rumah sakit yang terdampak gempa, 5 runah sakit sudah bisa melayani operasi. Hanya RSUD Airemo yang belum beroperasi penuh.

Kemenkes bersama Pemda juga akan menyiapkan MCK bagi pengungsi untuk mencegah penyakit. Setelah masa kritis, Kemenkes akan melakukan rehabilitasi fasilitas kesehatan yang rusak.

Azhar meminta dukungan Komisi IX untuk percepatan pencairan dana bencana. “Dana untuk bencana ini harus disupport cepat. Uang di kementerian ada namun belum dianggarkan untuk bencana,” pungkasnya. (aka)

Pos terkait