RUTENG, FN- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari berlaku sejak tanggal 15 Agustus-28 Agustus 2026.
Demikian gubernur NTT, Melki Laka Lena melalui akun faceboknya yang ditayangkan Minggu (16/8/2026) siang.
“Saudara-saudara sekalian, saya ingin menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung mulai 15 sampai 28 Agustus 2026,” tulis Gubernur NTT,Melki Laka Lena.
Status tanggap darurat bencana tersebut dituangkan dalam Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Keputusan ini kita ambil menyusul gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus. Dampaknya cukup besar. Ada saudara-saudara kita yang menjadi korban, ada yang mengalami luka-luka, rumah dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan, dan aktivitas masyarakat juga terganggu,” lanjut Gubernur Melki menulis.
Dia menambahkan, dengan status tanggap darurat ini, kita ingin memastikan bahwa semua sumber daya bisa segera dikerahkan dan seluruh pihak dapat bergerak lebih cepat dan terkoordinasi.
Dia menambahkan, Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, TNI-Polri, Basarnas, BPBD, tenaga kesehatan, dunia usaha, relawan, dan seluruh elemen masyarakat akan terus bekerja bersama.
Gubernur Melki juga menyampaikan, prioritas Pemprov NTT sangat jelas yaitu keselamatan masyarakat. “Kita fokus pada pencarian dan evakuasi korban, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, tempat pengungsian, serta pemulihan akses transportasi dan infrastruktur yang terdampak,” tulisnya.
Dia juga mengatakan, untuk pembiayaan penanganan tanggap darurat, pemerintah juga sudah memastikan dukungan melalui APBD Provinsi NTT dan sumber pembiayaan lain yang sah dan tidak mengikat.
“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Flores dan NTT yang terdampak: jangan merasa sendiri. Pemerintah hadir dan kita akan terus bersama-sama melewati masa sulit ini,” imbuhnya.
Gubernur Melki mengajak masyarakat untuk tetap tenang, saling membantu, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah, BPBD, BMKG, TNI-Polri, Basarnas, serta instansi terkait.
“Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah kita bersatu, saling menjaga, dan bergerak bersama. Mari kita kuatkan gotong royong.
NTT kuat karena kita bersama,” demikian tulis Gubernur NTT melalui akun faceboknya.
(*/aka)






