MATARAM, FN- Kehadiran jaringan air bersih di Kampung Lewokoba, Desa Atakore, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat.
Air bersih tersebut merupakan bagian dari Program Desa Berdaya melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), yang dilaksanakan bersama Yayasan Payung Perjuangan Humanis (PAPHA) Indonesia.
Program tersebut memanfaatkan sumber mata air Wai Wu di Desa Nubahaeraka untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat di wilayah sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei (2×5 MW).
Sebelumnya, keterbatasan akses air menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat Lewokoba. Warga harus mengandalkan air hujan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.
Kini, setelah jaringan perpipaan berhasil dibangun dan air dari sumber Wai Wu dapat dialirkan hingga Lewokoba, masyarakat mulai merasakan perubahan yang berarti.
Tokoh Adat Lewokoba, Agus Bala Puhun, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas hadirnya jaringan air bersih tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena akhirnya masyarakat bisa melihat dan menikmati air sampai di sini,” kata Agus.
Menurutnya, masuknya air bersih ke kampung menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi masyarakat. Ketersediaan air diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih mudah.
Rasa syukur juga disampaikan Petrus Bala Wukak, salah satu warga Lewokoba. Ia mengenang kondisi masyarakat sebelum adanya jaringan air bersih, ketika warga harus menunggu datangnya hujan untuk mendapatkan air.
“Dulu kami susah sekali mendapatkan air karena harus menunggu air hujan. Saya benar-benar merasakan masa-masa itu. Sekarang air sudah sampai di sini dan mengalir deras sekali. Kami sangat bersyukur,” ujar Petrus.
Jaringan air bersih tersebut kini terus dikembangkan. Setelah pipa terpasang hingga Kampung Lewokoba, pekerjaan dilanjutkan dengan penggalian dan pembenaman pipa untuk melindungi jaringan, khususnya pada jalur yang melintasi kawasan hutan dan perkebunan warga.
Selain memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Lewokoba, pengembangan jaringan tersebut juga memberikan manfaat bagi masyarakat di Desa Nuba Atalojo dan Desa Atakore.
Sebelumnya, uji coba jaringan pada 31 Agustus 2026 berhasil mengalirkan air hingga Lewokoba. Keberhasilan tersebut menjadi tahapan penting dalam perluasan jaringan air bersih dari sumber mata air Wai Wu menuju wilayah Desa Atakore.
Ketua Yayasan PAPHA Indonesia Cabang Lembata, Paulus Makarius Dolu, mengatakan seluruh jaringan perpipaan untuk mengalirkan air dari sumber menuju Lewokoba hingga Kampung Genek yang berada di bawahnya telah terpasang. Tahapan pekerjaan selanjutnya difokuskan pada penggalian dan pembenaman pipa.
“Seluruh jaringan perpipaan sudah terpasang, mulai dari puncak menuju Lewokoba dan Genek, termasuk jaringan di dalam Kampung Lewokoba. Hari Jumat kami sudah mulai menggali dan membenamkan pipa dengan panjang sekitar 500 meter. Kami sudah sepakat dengan warga bahwa penggalian akan dilanjutkan setiap hari Jumat. Setelah pipa dibenamkan, kami akan melakukan uji coba kembali untuk memastikan jaringan berjalan dengan baik,” ujar Paul.
Paul optimistis seluruh proses pembenaman pipa dapat diselesaikan pada September 2026. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam kelanjutan program tersebut. Meski sebagian besar warga di kampung sasaran merupakan orang tua, masyarakat tetap terlibat membantu pekerjaan di lapangan.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan pengembangan jaringan air bersih merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat yang menjawab kebutuhan dasar masyarakat di sekitar wilayah pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
“Kami berharap sarana yang dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Manurung.
Pengembangan jaringan air bersih tersebut merupakan bagian dari Program Desa Berdaya yang juga mencakup penguatan ekonomi masyarakat melalui pendampingan kelompok tani dan kelompok perempuan di Desa Nubahaeraka.
PT PLN (Persero) UIP Nusra bersama Yayasan PAPHA Indonesia akan melanjutkan pekerjaan jaringan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah setempat.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas akses air bersih sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah pengembangan PLTP Atadei.







