Beberapa Saat Usai Gempa, Sumber Air Bersih di Desa Bangka Ara Jadi Keruh

RUTENG, FN- Sumber mata air minum bersih di Desa Bangka Ara, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai berubah keruh dan tidak layak konsumsi beberapa saat usai gempa M7,7 mengguncang Flores, Sabtu (15/8/2026).

Keluhan itu disampaikan sejumlah warga di Posko Pengungsian Kampung Munta, Minggu (16/8/2026) sore.

Bacaan Lainnya

Warga mengaku kesulitan air minum bersih karena mata air yang selama ini mereka konsumsi menjadi keruh tepat setelah gempa terjadi.

Pantauan di kamar MCK warga, semua wadah penampungan air berisi air keruh kecoklatan. Salah satu warga mengatakan, saat wadah dikuras banyak menyisakan endapan tanah liat.

Satu-satunya Sumber Mata AirĀ 

Penjabat Kepala Desa Bangka Ara Sebastianus Gaga membenarkan hal tersebut.

“Sejak gempa terjadi, air yang mengalir ke rumah warga menjadi keruh. Setelah dicek, itu memang berasal dari sumbernya,” ungkap Sebastianus.

Ia menjelaskan, warga mengandalkan mata air Wae Kante. Sumber ini melayani 2 dusun, yaitu Dusun Munta dan Golo Woing dengan total hampir 600 jiwa.

“Mata air Wae Kante dibangun tahun 2018. Ini satu-satunya sumber air yang kami punya. Perpipaan sudah sampai ke sambungan rumah. Tidak ada sumber lain lagi,” jelasnya.

Menurut Sebastianus, krisis air bersih adalah masalah serius dan mendesak yang harus segera ditangani pascagempa.

Adapun anggaran pembangunanĀ  air minum bersih di desa Bangka Ara bersumber dari APBDes tahun 2018 dan bantuan Plan Internasional Indonesia pada tahun 2020.

Warga menyatakan heran dengan peristiwa tersebut karena debit airnya bertambah bersamaan dengan terjadinya air keruh.

Data Kerusakan di Desa Bangka Ara

Selain krisis air, gempa juga menyebabkan kerusakan bangunan di Desa Bangka Ara. Rinciannya:

– Rumah: 30 unit rusak berat, 83 unit rusak sedang, 31 unit rusak ringan. 30 rumah rusak berat sudah tidak bisa ditempati.

– Fasilitas Umum: 4 unit rusak sedang, meliputi Kantor Desa, Gereja Stasi Bangka Ara, SDI Bangka Ara, dan Poskesdes.

Saat ini terdapat 3 posko pengungsian di Desa Bangka Ara yang masih membutuhkan bantuan tanggap darurat bencana.

(aka)

 

Pos terkait