JAKARTA-FN – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, penanganan pascagempa bumi Flores di kabupaten Ende diprioritaskan pada pemulihan akses dan infrastruktur harus diarahkan terlebih dahulu pada fungsi yang paling mendesak bagi masyarakat termasuk kebutuhan air minum bersih.
Hal tersebut disampaikan Mendagri Tito berdasarkan hasil inspeksi sekaligus mengevaluasi penanganan dan kebutuhan pemulihan pascagempa di Kabupaten Ende, NTT.
Menurutnya, pemulihan akses dan infrastruktur harus diarahkan terlebih dahulu pada fungsi yang paling mendesak bagi masyarakat. Hal ini termasuk perbaikan jembatan dan penyediaan air minum sebagai kebutuhan dasar. Hal ini termasuk perbaikan jembatan dan penyediaan air minum sebagai kebutuhan dasar.
Mendagri mengatakan, dirinya akan mengecek sejumlah lokasi terdampak, termasuk kondisi infrastruktur hingga layanan dasar masyarakat. Ia juga akan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait guna memastikan penanganan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan.
“Untuk bahan kita melakukan evaluasi dengan semua tim, dengan kementerian-kementerian, Kepala BNPB, jadi kita tahu titik mana yang memerlukan apa, mana yang rusak jalannya, otomatis Menteri PU segera perbaiki,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Mendagri menjelaskan, penanganan bencana akan berlangsung secara bertahap. Setelah kebutuhan mendesak dan layanan dasar masyarakat tertangani, pemerintah akan memasuki masa transisi sebelum berlanjut ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah akan menentukan langkah penanganan permanen berdasarkan tingkat kerusakan masing-masing infrastruktur. Hal ini penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan sesuai kebutuhan.
“Jadi, ya, masyarakat sabar, perlu waktu. Yang penting kita semua turun, bekerja sama pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat,” tuturnya. (*)







