Dinkes Kabupaten Manggarai Sudah Mulai Lakukan Pendataan Para Nakes Korban Gempa Flores

Rapat Komisi IX DPR RI bersama Kemenkes RI di tenda darurat posko bersama bencana alam gempa bumi Flores kantor BPBD kabupaten Manggarai, Jumat (21/8)

MANGGARAI, FokusNTT.com- Menindaklanjuti hasil rapat Komisi IX DPR RI dengan Kementerian Kesehatan RI terkait penanganan korban gempa bumi Flores, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai sudah mulai lakukan pendataan.

Demikian Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Anselmus Janggur yang dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2026) sore.

Bacaan Lainnya

Adapun rapat tersebut, salah satunya bantuan bagi para tenaga kesehatan yang terdampak gempa bumi Flores magnitudo 7,7 pada 15 Agustus lalu.

“Kami sedang mendata para tenaga kesehatan yang terdampak bencana gempa bumi,” kata Sekretaris Dinkes Kabupaten Manggarai, Anselmus Janggur via aplikasi pesan Whatsapp.

Dia menjelaskan, pihak Dinas Kesehatan melakukan pendataan melalui aplikasi yang telah disiapkan.

“Pendataan para tenaga kesehatan yang terdampak, langsung dengan mengisi link dan googleform yang telah disebarkan,” tulis Anselmus Janggur.

Anselmus mengatakan, masing-masing tenaga kesehatan sudah mengisi sejumlah data dalam link tersebut. “Masing-masing Nakes sudah mengisinya, termasuk data Rumah Rusak para Nakes,” lanjut dia menulis.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi IX DPR RI mendesak pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI untuk memperhatikan nasib para tenaga kesehatan yang terdampak gempa bumi Flores lalu.

Komisi IX DPR RI melakukan rapat dengan Kemenkes RI pada Jumat (21/8) malam di Posko Bersama Penanganan Gempa Bumi Flores Kantor BPBD Kabupaten Manggarai.

Hadir dalam rapat tersebut Gubernur NTT, Melki Laka Lena, Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit bersama para pejabat lingkup Pemkab Manggarai.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi IX, Charles Hinoris (Fraksi PDI Perjuangan)

dan dihadiri dua wakil ketua Komisi IX lainnya yaitu drg Putih Sari (Fraksi Partai Gerindra), Hj. Niyahatul Wafiroh (Fraksi PKB) bersama anggota Komisi IX lainnya yaitu

Obet Rumbruren (Fraksi PDI Perjuangan), dr. Maharani (Fraksi Partai Golkar),

Ravindra Airlangga (Fraksi Partai Golkar), Irma Suryani Chaniago (Fraksi Partai Nasdem), Nurhadi (Fraksi Partai Nasdem).

Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris mendesak Kemenkes memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan dan perlindungan Nakes. Termasuk pemenuhan fasilitas, tenaga psikolog, dan dukungan operasional.

Charles minta kepada Kemenkes agar Nakes di wilayah bencana harus mendapat perhatian khusus, baik pemulihan fasilitas pribadi maupun insentif. Ia juga mengingatkan pentingnya jaminan kelayakan kerja bagi Nakes yang rumahnya terdampak.

Para Nakes yang menangani korban gempa, ungkap Charles, termasuk yang datang dari luar daerah, perlu mendapatkan dari Kemenkes RI.

Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago meminta BPOM dan Kemenkes memperhatikan seluruh Nakes yang melayani korban gempa.

Menanggapi desakan itu, Dirjen SDM Kesehatan dr. Yuli Farianti meminta Dinas Kesehatan di Flores segera mendata rumah Nakes yang terdampak.

“Ada beberapa tenaga kesehatan di NTT yang terdampak gempa, rumahnya yang hancur, mulai dari rusak ringan, sedang dan rusak berat,” jelas Yuli.

Kemenkes akan memberikan bantuan renovasi rumah dan dana insentif bagi seluruh Nakes. “Kami nanti akan melakukan pemetaan terhadap rumah-rumah para Nakes yang terdampak gempa termasuk dana insentif,” kata Yuli. (aka) 

Pos terkait