MANGGARAI, FN- Badan Gizi Nasional (BGN) melalui tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut bergerak membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut disalurkan melalui sejumlah posko penanganan bencana, termasuk Posko Utama Penyaluran Bantuan Kabupaten Manggarai yang berada di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai.
Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Manggarai, Ansgariana Yetri Indriyati, mengatakan penyaluran bantuan merupakan bagian dari respons BGN terhadap kondisi kedaruratan akibat bencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores.
Menurut Ansgariana, langkah tersebut dilakukan berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 15 Tahun 2026 tentang Pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Situasi Kedaruratan Akibat Bencana.
“Sesuai dengan instruksi pimpinan, seluruh SPPG di Kabupaten Manggarai diperintahkan untuk mengumpulkan sisa stok opname bahan baku yang masih tersedia di masing-masing SPPG, serta bantuan dari beberapa mitra dan yayasan,” ujar Ansgariana.
Hasil pengumpulan bahan baku tersebut kemudian disalurkan melalui Posko Induk BPBD Kabupaten Manggarai pada Minggu, 16/08/2026.
Adapun bantuan yang diserahkan di Posko Pusat Bantuan Kabupaten Manggarai antara lain berupa beras, minyak goreng, telur, gula, mi instan, serta berbagai bumbu dapur.
Selain bantuan kebutuhan pokok, dukungan juga diberikan kepada masyarakat terdampak yang berada di wilayah Reok.
Di Posko Golo Conggo, Desa Ruis, Kecamatan Reok, bantuan yang disalurkan berupa air minum, makanan ringan untuk anak-anak, susu, dan mi instan.
Ansgariana menjelaskan, sejumlah SPPG di wilayah Reok juga turut mendukung penyaluran bantuan ke Posko Barang Kolong.
Dukungan tersebut tidak hanya berupa logistik, tetapi juga pemanfaatan sarana dan prasarana SPPG serta kendaraan operasional untuk membantu mobilisasi bantuan dan mendukung proses pengolahan makanan bagi masyarakat terdampak bencana.
“Beberapa SPPG di wilayah Reok turut membantu penyaluran bantuan ke Posko Barang Kolong, sekaligus memanfaatkan sarana dan prasarana SPPG serta kendaraan operasional SPPG untuk mendukung mobilisasi logistik dan membantu proses pengolahan makanan bagi masyarakat terdampak bencana,” katanya.
Selanjutnya, pada Senin, 17 Agustus 2026, BGN kembali mengunjungi Posko Golo Conggo untuk menyerahkan bantuan yang berasal dari salah satu donatur.
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih menghadapi situasi sulit setelah gempa bumi.
BGN, kata Ansgariana, juga membuka ruang bagi masyarakat maupun pihak lainnya yang ingin berpartisipasi membantu warga terdampak bencana.
“Kami juga selalu terbuka dan mengajak seluruh masyarakat yang ingin turut membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi. Setiap bentuk bantuan, kepedulian, dan dukungan yang diberikan akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit,” ujarnya.
Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat sekaligus mempercepat proses penanganan dan pemulihan pascabencana.
Kehadiran SPPG di tengah situasi bencana juga diharapkan dapat memperkuat dukungan pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi bagi masyarakat terdampak, terutama kelompok rentan seperti anak-anak.







